10 Hal Krusial Dalam Merencanakan Pernikahan

Image result for wedding

Jadi, setelah … (isi dengan lama Anda pacaran – bisa dalam hitungan minggu, bulan, tahun, windu, atau dekade), Anda dan pasangan akhirnya memutuskan untuk naik ke atas pelaminan, mengikat janji suci, meresmikan hubungan jangka panjang, membulatkan komitmen untuk menjalani sisa umur sehidup semati, atau apapun istilah sejenis yang Anda adopsi untuk kata “menikah”. Apakah semuanya selesai pada titik deklarasi itu? Tentu saja tidak, sangat jauh dari kenyataan. Sebelum Anda bisa menyebut seseorang sebagai “suami/istri Saya”, masih banyak sekali hal yang harus Anda kerjakan dan selesaikan.

BACA JUGA: 11 Anjing Terbaik Untuk Dipelihara

Ini dikarenakan pernikahan itu sendiri merupakan proyek jangka panjang yang umumnya membutuhkan waktu minimal setahun dalam perencanaannya. Tentu ada pula yang merencanakan pernikahan secara ekspres, tapi kita tidak akan membahas tentang itu di sini. Anyway, jika Anda merasa bahwa konflik yang biasa muncul dengan pasangan selama masa pacaran sudah cukup berat, maka sebaiknya persiapkan fisik dan mental Anda karena apa yang akan Anda alami selama masa persiapan pernikahan mungkin merupakan salah satu masa-masa paling sulit dalam hidup Anda. Tapi, jangan khawatir, selalu ada solusi untuk setiap masalah.

Lagipula, siapa yang bilang pernikahan adalah sebuah masalah? Ya kan? Oh ya, jika Anda menggunakan WO, EO, ataupun “O” lainnya yang sejenis, maka selamat Anda bisa langsung beralih ke artikel tentang menjalani pernikahan. Jika tidak, maka melanjutkan membaca adalah hal yang cukup bijak. Jadi, apa saja sebenarnya yang menjadi poin penting saat merencanakan sebuah pernikahan?

BACA JUGA: Ingin Jalan-jalan Mandiri? Ikuti Tips Berikut Ini!

Panduan berikut ini bisa sangat membantu Anda merencanakan pernikahan yang sempurna bagi Anda dan pasangan serta keluarga besar.

  1. Tanggal pernikahan. Ini adalah keputusan besar pertama yang harus Anda ambil saat akan merencanakan pernikahan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi tanggal yang akan dipilih. Kebanyakan pasangan bahkan tidak mempunyai wewenang sama sekali dalam memilih tanggal pernikahan. Keputusan itu biasanya akan diambil oleh pihak orang tua dari salah satu atau kedua calon mempelai dan erat kaitannya dengan tradisi maupun kepercayaan yang berlaku dalam adat dan keluarga.
  2. Selain menentukan tanggal pernikahan, biasanya tanggal pertunangan juga akan ditentukan pada waktu yang bersamaan. Bagaikan membeli rumah atau mobil, pertunangan dapat diibaratkan sebagai “uang muka” atau “down payment” sebelum Anda melunasi pembayaran saat hari-H. Jangan sepelekan pertunangan. Pada beberapa tradisi dan kebiasaan, ada banyak sekali hal yang perlu disiapkan saat pertunangan sehingga pertunangan bahkan menjadi lebih rumit dari pernikahan itu sendiri. Pertunangan juga biasanya menjadi ajang perkenalan lebih dalam antara kedua keluarga mempelai jadi Anda pasti ingin pertunangan yang lancar tanpa masalah.
  3. Jumlah undangan. Sekarang, saatnya masuk ke tahap yang lebih serius. Inilah saatnya Anda mulai memutuskan sebesar apa pesta pernikahan yang akan Anda dan pasangan serta keluarga gelar. Tentunya banyak faktor yang mendasari keputusan ini antara lain banyaknya sanak saudara dan kerabat serta skala pesta yang Anda inginkan. Namun, tak ada yang lebih penting dari faktor budget. Semakin banyak jumlah undangan yang Anda sebar, maka semakin besar pula biaya yang akan Anda keluarkan untuk mengadakan pesta. Jangan menyebar undangan lebih banyak dari yang Anda mampu.
  4. Setelah menentukan jumlah undangan, maka Anda harus memilih di mana pesta Anda akan digelar. Untuk mengadakan hajatan dengan banyak orang di dalamnya, Anda pasti harus menyewa tempat untuk mengakomodasi para tamu. Banyak pilihan venue yang tersedia, apalagi di kota-kota besar, dari gedung perkantoran, restoran hingga hotel. Semuanya bervariasi dari sisi ukuran dan harga sehingga Anda tinggal menentukan mana yang paling cocok untuk Anda dan pasangan. Sebaiknya pilihlah venue yang tidak terlalu jauh dari pusat kota sehingga para tamu Anda tidak akan kesulitan untuk mencapai venue. Lokasi venue yang strategis dan lebih bebas dari potensi kemacetan juga bisa menjamin pesta pernikahan Anda berjalan dengan lebih lancar.
  5. Dokumen pernikahan. Meskipun menggelar pesta pernikahan berarti meresmikan hubungan Anda sebagai suami istri, Anda tetap perlu mengesahkan pernikahan tersebut di mata hukum. Maka dari itu, kita mengenal yang namanya pencatatan sipil oleh Kementerian Agama. Nah, untuk mengurus pencatatan sipil ini cukup berliku alurnya dan melibatkan banyak kunjungan ke instansi pemerintah dari RT hingga Kecamatan.
  6. Gaun pengantin. Siapapun ingin tampil cantik pada hari terbesar mereka, terutama bagi para mempelai wanita. Lagipula, ini seharusnya adalah pernikahan sekali dalam seumur hidup. Bukan menyepelekan mempelai pria, tapi kita semua tahu yang akan menjadi pusat perhatian pada hari-H adalah mempelai wanita. Karena itu, memilih gaun pengantin yang tidak hanya cantik tapi juga cocok saat dikenakan pada tubuh Anda menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Pilihlah bridal yang menyediakan beragam model dan ukuran gaun sehingga Anda bisa lebih fleksibel dalam menentukan pilihan. Jangan lupa meminta masukan dari orang-orang terdekat Anda agar Anda tidak salah memilih.
  7. Dekorasi untuk venue Anda biasanya sudah disertakan dalam paket penyewaan sehingga Anda mungkin bisa melewatkan langkah ini dan menerima dekor apa adanya. Namun, agar pernikahan Anda lebih berkesan, Anda bisa terlibat lebih jauh dengan memilih dekorasi yang sesuai dengan selera dan keinginan Anda. Dekor yang standar mungkin terlihat bagus, namun dekor yang dimodifikasi akan meninggalkan kesan mendalam pada setiap tamu undangan yang hadir.
  8. Ini mungkin adalah salah satu penentu sukses atau tidaknya pesta pernikahan yang Anda gelar. Lebih dari 80% tamu undangan yang hadir dalam pesta pernikahan datang untuk menyantap hidangan yang disediakan. Jadi, memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya enak namun juga saling melengkapi antara satu menu dan menu yang lainnya akan memberikan kesan yang positif bagi para tamu.
  9. Rundown acara. Sekali lagi, Anda tidak menyewa EO atau WO untuk mengurus pernikahan Anda. Tapi, Anda tetap butuh bantuan dari orang lain. Pernikahan pada akhirnya adalah acara berskala besar dan perlu orang untuk mengontrolnya. Solusi untuk ini adalah, Anda bisa membentuk panitia dari keluarga dan saudara yang bisa membantu Anda mengontrol kelancaran acara. Tapi, Anda tetap perlu memberi panduan tentang bagaimana Anda ingin acara berjalan. Karenanya, Anda perlu membuat rundown acara. Ini meliputi setiap aktivitas pada setiap jam atau bahkan menit pada hari-H sehingga panitia Anda akan tahu apa yang harus dikontrol.
  10. Bulan madu. Dengan begitu rumitnya merencanakan suatu pernikahan, Anda sangat mungkin melewati poin yang satu ini. Pernikahan adalah perayaan cinta yang menjadi satu dan sudah selayaknya disyukuri terlepas dari masalah-masalah yang muncul selama perencanaan maupun saat prosesinya. Namun, satu hal yang pasti, Anda tidak akan merasakan satu hal pun selain kebahagiaan saat menjalaninya. Rasa bahagia tersebut akan semakin berkesan jika Anda menikmati setiap momen pada hari besar Anda. Nah, setelah semua kegaduhan dan kerusuhan tersebut lewat, tidak ada hal yang lebih romantis selain menghabiskan momen-momen pertama Anda bersama pasangan sebagai suami istri. Tidak perlu mahal, bulan madu lebih berarti saat Anda bisa menghargai dan menikmati momen-momen tersebut.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *